70 Tahun Sekolah Ricci: Ricci untuk Membangun Negeri
Tujuh puluh tahun bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang yang penuh karya, perjuangan, pengabdian, dan harapan dari generasi ke generasi. Dalam momentum HUT ke-70, Sekolah Ricci kembali meneguhkan jati dirinya dengan mengangkat teladan Matteo Ricci, melalui tiga nilai utama, yaitu Persaudaraan, Dialog, dan Inkulturasi, serta semangat “Ricci untuk Membangun Negeri.” Nilai-nilai tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh keluarga besar Ricci untuk terus membangun komunitas pendidikan yang saling menghargai, terbuka terhadap perbedaan, mampu berdialog dengan perkembangan zaman, serta hadir dan bertumbuh bersama masyarakat dan budaya Indonesia. Tujuh dekade perjalanan Ricci menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk pribadi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi sesama dan bangsa.
Semarak menuju perayaan HUT ke-70 diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh keluarga besar Sekolah Ricci. Salah satunya adalah perlombaan mini soccer yang mempertemukan guru, karyawan, orang tua murid, dan alumni. Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, serta mempertemukan berbagai generasi dalam suasana penuh kegembiraan dan sportivitas. Semangat kebersamaan tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana nilai Persaudaraan dan Dialog dapat dihidupi dalam kehidupan komunitas Ricci, bahwa setiap orang memiliki peran dan tempat dalam perjalanan panjang sekolah.
Puncak perayaan HUT ke-70 Sekolah Ricci diawali dengan Perayaan Misa Syukur yang dipimpin langsung oleh Kardinal Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo. Misa menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan selama tujuh dekade perjalanan Ricci sekaligus menjadi kesempatan untuk merefleksikan karya dan perjuangan seluruh pihak yang telah membangun sekolah hingga mencapai usia 70 tahun. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dewan Pengawas, Romo Gerpasius Rantetana, SX, serta Ketua Yayasan, Bapak Ajisuksmo, yang menjadi bagian dari refleksi dan peneguhan komitmen untuk terus membawa Sekolah Ricci menuju masa depan yang semakin baik. Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada para pendidik, tenaga kependidikan, siswa, orang tua, alumni, yayasan, dan seluruh pihak yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan Ricci.
Memasuki usia 70 tahun, Sekolah Ricci tidak berhenti pada perayaan dan kenangan masa lalu, tetapi menjadikannya sebagai tonggak untuk melangkah menuju masa depan. Tantangan dunia pendidikan yang terus berubah menuntut Ricci untuk semakin adaptif, inovatif, dan relevan tanpa kehilangan nilai serta identitas yang telah menjadi fondasinya. Dengan semangat Persaudaraan, Dialog, dan Inkulturasi, seluruh keluarga besar Ricci diajak untuk terus berjalan bersama dan mengambil bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Semoga HUT ke-70 ini menjadi penanda yang semakin kokoh bagi perjalanan Sekolah Ricci, menjadi pijakan untuk terus berkembang, memberikan pendidikan terbaik bagi generasi mendatang, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi negeri. 70 tahun telah berlalu, perjalanan masih panjang. Ricci untuk Membangun Negeri — Ricci Jaya, Selamanya!