Requiesce In Pace Romo Fernando

BAGIKAN

Sardegna, atau yang lebih dikenal dengan Sardinia adalah pulau terbesar kedua setelah Pulau Sisilia di Laut Tengah. Sardinia terletak di antara wilayah Italia, Spanyol, dan Tunisa. Sardinia merupakan bagian dari wilayah negara Italia dengan ibu kotanya adalah Cagliari. Cagliari tentu sangat tidak asing ditelinga para penggemar sepakbola. Di kota ini terdapat sebuah club sepakbola yang punya sejarah panjang di Serie A Italia, Cagliari Calcio yang juga bermarkas di Sardegna Arena. Selain punya club sepakbola yang fenomenal, wilayah Sardinia juga dikenal dengan keindahan alam dan kenikmatan beer-nya yang luar biasa. Di Sardinia inilah, Romo Fernando Abis, SX lahir.

Romo Fernando Abis, SX lahir pada tanggal 18 April 1943. Romo Fernando mengikrarkan kaul kekal sebagai anggota missionaris Xaverian pada tanggal 5 November 1974 dan ditahbiskan menjadi seorang imam pada tanggal 19 Oktober 1969. Di usianya yang terbilang masih muda, Romo Fernando pertama kali tiba di wilayah Indonesia pada tanggal 18 September 1971. Fernando muda yang berusia 28 tahun waktu itu tiba di Padang dan akan memulai petualang panjang sebagai missionaris di Indonesia. Romo Fernando banyak menghabiskan waktu pelayanannya di wilayah Sumatera Barat dan wilayah Kepulauan Mentawai.

Bukan hanya di wilayah Minangkabau dan Mentawai Romo Fernando memberi diri untuk menjadi pelayan yang baik, tetapi juga di tempat-tempat yang pernah beliau singgahi. Tercatat Romo Fernando pernah menjadi Rektor Wisma Xaverian Yogyakarta, Provinsial Serikat Xaverian Indonesia, Pastor Paroki Santa Maria de Fatima Toasebio, Pastor Rekan Paroki Santo Matius Penginjil Bintaro, dan juga pernah menjadi bagian dari keluarga besar Sekolah Katolik Ricci. Almarhum Romo Fernando Abas, SX pernah menjadi ketua dewan pembina Yayasan Ricci periode tahun 2017 sampai tahun 2022. Tentu saja semangat pelayanan dan totalitas beliau sebagai missionaris telah dicurahkan juga dalam tugas beliau selama menjadi ketua dewan pembina Yayasan Ricci.

Romo Harno Leonardus, SX dalam kotbahnya pada misa penutupan peti menyampaikan bahwa Romo Fernando adalah seorang missionaris sejati. Dalam jalan kehidupan Romo Fernando selama 80 tahun, beliau sudah mengabdikan diri selama 52 tahun sebagai seorang imam Xaverian. Lebih lanjut Romo Harno menyampaikan bahwa, Romo Fernando menjelang akhir hayatnya masi berkeinginan untuk kembali berkarya ke Mentawai, tetapi setelah ada keputusan ditempatkan di Bintaro, beliau taat. Romo Harno menyebut inilah ketaatan seorang Xaverian sejati.

Kepergian Romo Fernando Abis, SX meninggalkan duka mendalam bagi semua umat yang ditinggalkan. Setelah menghembuskan napas terkahirnya pada tanggal 16 Oktober 2023, jenasah Romo Fernando langsung disemayamkan di Gereja Santo Matius Penginjil Bintaro. Romo Fernando kemudian dimakamkan di Kompleks Novisiat Xaverian Bintaro pada tanggal 17 Oktober 2023.

Beristirahatlah dalam damai Romo Fernando.