HARI MINGGU KERAHIMAN ILAHI

SHARE

Apa arti Kerahiman Ilahi?

Kata Kerahiman berasal dari bahasa Latin – misericordia; Yunani heleos, dan bahasa Inggris mercy. Dalam bahasa Ibrani kata belas kasih Ilahi disebut dengan istilah rahamim dan khesed, yaitu dua ungkapan yang dipakai untuk menyebut sifat Allah. Kata rahamim berkaitan dengan kata rehem yang artinya Rahim atau kandungan dengan demikian, rahamim (terj:kerahiman) adalah sifat Allah yang serupa dengan sifat Rahim seorang ibu, yakni melindungi, menghidupi, menghangatkan, memberi pertumbuhan, menjaga, menerima tanpa syarat, membawa kemana-mana. Maka, memaknai Kerahiman Ilahi adalah Allah yang melindungi, menghidupi, menghangatkan, memberi pertumbuhan, menjaga, menerima tanpa syarat, membawa kemana-mana.

Pesta Kerahiman Ilahi mengajak seluruh umat manusia untuk menyadari kembali belas kasih Allah yang tiada batasnya. Belas kasih Allah yang dibutuhkan manusia dalam segala kondisi terutama ketika manusia telah menjadi korban tirani kuasa dosa, tirani kematian, dan tirani Hukum Taurat yang hanya mengandalkan keselamatan dari manusia saja. Maka, dihadapan kekudusan Allah yang tanpa cacat dan tak kenal kompromi, semua orang dengan kualitas hidup moral-spiritual yang serba rapuh praktis sudah mati.

Minggu kedua Paskah, merupakan Hari Minggu Kerahiman Ilahi, disebut juga hari Minggu Putih, Dominica in albis, atau Minggu Santo Tomas. Perayaan ini bukan hanya dirayakan oleh Katolik Roma, tetapi juga beberapa gereja Anglikan. Perayaan tersebut aslinya berdasarkan pada devosi Katolik terhadap Kerahiman Ilahi yang Santa Faustina Kowalska laporkan sebagai bagian dari pertemuannya dengan Yesus, serta dikaitkan dengan janji-janji khusus dari Yesus dan indulgensi-indulgensi yang diberikan oleh Gereja.

Di dalam perwahyuan pribadi yang diterima oleh Santa Faustina, Yesus bersabda: “Aku mau supaya ada Pesta Kerahiman. Aku mau supaya gambar itu diberkati secara mulia pada hari Minggu pertama sesudah Paska. Hari Minggu ini harus menjadi Pesta Kerahiman.” Permintaan ini disampaikan oleh Yesus kepada St. Faustina dari Polandia pada penampakan-Nya tanggal 22 Februari 1931. Permintaan Yesus ini baru terwujud pada tahun 2000, ketika Bapa Suci Yohanes Paulus II menetapkan Hari Minggu setelah Minggu Paskah sebagai Minggu Kerahiman Ilahi. Sejak saat itu Gereja universal secara resmi merayakan Pesta Kerahiman ilahi.

Mengapa dibutuhkan Kerahiman Ilahi?

Paus Yohanes Paulus II, pada 17 Agusstus 2002 menyatakan bahwa dunia saat ini membutuhkan Kerahiman Ilahi. Dunia sedang menderita. Berbagai konflik berkepanjangan terus terjadi, kebencian dan dendam merajalela, martabat manusia tidak dihargai, budaya kematian menggerogoti pengaruh budaya kehidupan. Hal itu semua diakibatkan oleh dosa manusia. Ketika kuasa dosa begitu kuat mencengkeram manusia maka yang akan terjadi adalah penderitaan. Kerahiman Ilahi dibutuhkan untuk menolong orang-orang yang menjadi korban dari keganasan kuasa dosa yang telah merasuki banyak orang. Namun lebih dari itu, Kerahiman Ilahi amat dibutuhkan untuk mengubah ikiran dan hati manusia agar kembal mengharahkan kembali orientasi hidupnya pada upaya penegakan damai dan kasih dalam hidup bersama. Dengan kata lain Kerahiman Ilahi diperlukan bagi manusia sebagai subjek yang menciptakan suasana kedosaan. Ketika manusia tidak mampu lagi menolong dirinya sendiri keluar dari carus marut kehidupan yang penuh kedosaan, Kerahiman Ilani menjadi rahmat yang semakin dibutuhkan.

Oleh karena itu devosi kerahiman Ilahi mengajak semua umat beriman untuk menghayati ABC Kerahiman, yaitu:

  • A – Ask for His Mercy = Mohon Belas Kasih Allah : Tuhan menghendaki kita datang kepada-Nya dalam doa secara terus-menerus, menyesali dosa-dosa kita dan mohon kepada-Nya untuk mencurahkan belas kasih-Nya atas kita dan atas dunia.
  • B – Be Merciful = Berbelas Kasih kepada Sesama. Tuhan menghendaki kita menerima belas kasih-Nya dan membiarkan belas kasih Ilahi itu mengalir melalui kita kepada sesama. Tuhan menghendaki kita memperluas kasih serta pengampunan kepada sesama seperti yang Ia lakukan kepada kita.
  • C – Completely Trust = Percaya Penuh kepada-Nya: Tuhan ingin kita tahu bahwa rahmat-rahmat belas kasih-Nya tergantung pada besarnya kepercayaan kita. Semakin kita percaya kepada-Nya, semakin berlimpah rahmat yang kita terima

Pesta Kerahiman Ilahi dipersiapkan dengan Novena Kerahiman Ilahi yang dimulai pada hari Jumat Agung, peringatan Wafat Yesus. Selama Sembilan (9) hari, melalui Novena, sebagai bentuk devosi Kerahiman Ilahi, umat diajak untuk berdoa untuk mengenangkan penderitaan Kristus di kayu salib sampai kematiannya.

Sumber:

https://www.katolisitas.org/inspirasi-tentang-hari-minggu-kerahiman/