APA KATA MEREKATENTANG PTM?

SHARE

 

PTM, Pembelajaran Tatap Muka memang dirindukan oleh siswa dan orangtua. Tampak wajah-wajah yang ceria menyambut PTM yang telah dimulai sejak hari Senin, 30 Agustus 2021 lalu. Berbagai cerita dattang dari anak maupun orangtua bagaimana kegembiraan mereka sejak diberitahukan PTM akan berlangsung.

Rabu, 01 September 2021 merupakan hari kedua pelaksanaan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) di SD Katolik Ricci 1. Hari ini sama dengan hari pertama, jumlah anak yang hadir sebanyak 15 siswa. Mereka adalah siswa-siswi kelas 5 A, B, dan C. pada hari Senin lalu yang diperkenankan masuk adalah siswa kelas 4.

Bagaimana perasaanmu ketika mendengar dan kemudian boleh mengikuti pembelajaran di dalam kelas?

"Dag dig dug" itulah kesan beberapa siswa ketika ditanya. Ada berbagai alasan mengapa perasaan itu muncul. Letticia Imennuella mengatakan, “Dag dig dug. Karena taku salah pergi ke sekolah”. Audrey Carnelian mengatakan karena mau ketemu teman-teman dan bapak ibu guru.

Filio mengatakan, “senenglah, karena bisa bertemu dengan teman-teman, bisa belajar di kelas, bareng-bareng, tidak hanya di online”. sedangkan Alexa Aquina mengatakan,”Seneng, karena bisa bertatap muka lagi”. Lebih lanjut Alexa mengatakan dengan dibukanya pembelajaran tatap muka bisa berinteraksi dengan orang lain secara lebih terbukt. ”Bisa belajar dengan lebih baik dan bisa bertemu dengan orang lain secara lebih terbuka”, demikian katanya.

Tanggapan Orangtua

ada pula beberapa tanggapan orangtua yang anaknya mengikuti PTM hari ini mengungkapkan kesannya ketika menyaksikan anak=anak mereka pulang sekolah. Mami Letticia mengatakan bahwa pembelajaran tatap muda di rasa seru, enak. Anak-anak bisa marasakan ketemu dengan teman-teman dan nyaman.

Mami Bryant mengatakan bahwa anak perlu sosialisasi nyata tidak hany melalui online dan mengurangi penggunaan gadget. Pembelajaran Tatap muka adalah memenuhi kebutuhan itu. beliau juga mengatakan bahwa persiapan sekolah juga sudah oke. “Bryant ansutias banget, senang bisa kembali ke sekolah, “begitu beliau menambahkan.

Sedangkan mami Audrey menambahkan bahwa anaknya, Audrey tampak lebih happy saat pulang dari sekolah. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk memulai belajar langsung di dalam kelas. Anak-anak bisa berinteraksi dengan yang lain secara real, dan diri mereka semakin tumbuh dan berkembang sebagai mana mestinya.