Studi ke Luar Negri, Kenapa Takut? Menggali informasi bersama alumni Ricci

Suatu kesempatan yang sangat luar biasa SMA Katolik Ricci I dikunjungi oleh para alumnninya. Kunjungan kali ini menjadi kesempatan bagi peserta didik aktif untuk memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang bagaimana studi ke luar negeri. Selama ini memang cukup banyak informasi yang disampaikan oleh para agen pendidikan luar negeri yang hadir di sekolah. Namun, apapun dan bagaimanapun, sisi bisnis dan promosi mereka akan sangat kental mereka bawa. Dengan demikian, tentu informasi yang disampaikan akan juga terbalut oleh kepentingan promosi tersebut. Berbeda dengan kali ini. Paserta didik memperoleh informasi dari para alumni, yang datang bukan sebagai agen, tetapi sebagai pribadi yang cinta pada almamater.

Menempuh studi di luar negeri adalah keputusan yang besar. Hampir semua pelajar mengalami kegugupan saat memulai studi di tempat baru. Tetapi melalui proses, kita akan menjadi terbiasa dengan negara baru, kota baru, bahasa baru, aksen baru, dan budaya baru. Jangan pernah takut untuk memulai hal baru.

Mereka yang hadir pada kesempatan tersebut adalah:
a. USA: Rio Alfonso
b. Australia: Christine Angelina Nawir
c. China: Cendrawaty Tjong
d. Malaysia & UK : Debbie Sanier, angkatan 1998

Dari sejumlah penjelasan yang disampaikan oleh para senior tersebut, dapat dirangkum dalam beberapa hal. Beberapa hal yang dijelaskan oleh pada alumni secara umum:

1. Apa yang harus diketahui sebelum berangkat studi ke luar negeri.

a. Lulus kelas 12.
Artinya bukan menunggu setelah lulus kelas 12, melainkan sejak awal semester 5 sudah mulai untuk mendaftarkan diri. Untuk pemenuhan syarat lulus ujian dapat disampaikan nanti setelah lulus ujian dan ijasah diterima.
Pahami juga bidang-bidang studi pokok yang dibutuhkan untuk memasuki jurusan tersebut, misalnya untuk nilai matematika, enginering matematika dan fisika.

b. Bea Siswa.
Ada banyak peluang untuk memperoleh bea siswa dalam pendidikan yang ditawarkan. “ Jangan pernah menutup diri untuk bea siswa “. Itu pesan yang cukup mendasar dari saudari Debbi Sanier. Carilah informasi sebanyak mungkin tentang peluang bea siswa dan siapkan dirimu untuk mencapai hal itu. Oleh karena itu jangan bermalas-malas dalam studi. Ambil semua peluang untuk itu agar beban biaya studi dapat diminimalkan.

c. Bahasa yang digunakan untuk studi adalah Bahasa Inggris.
Kuasailah Bahasa Inggris dengan baik sebelum memutuskan untuk studi ke luar negeri. Tidak usah takut menggunakan Bahasa Inggris. Jika memang Bahasa Inggris dirasa belum mencukupi, kita bisa mengambil foundation class.

d. Biaya kuliah dan hidup.
Calon peserta didik harus memahami benar berapa biaya yang dibutuhkan untuk studi di sana.

e. Jangan berhenti bertanya.
Jangan pernah malu untuk bertanya. Justru yang harus dibangun adalah semangat keingintahuan dalam diri kita. Karena spirit itu akan membantu kita membuka mindset dan wawasan kita akan segala hal yang kita hadapi ketika kita berada di tempat lain.

2. Apa yang harus dipersiapkan sebelum berangkat?

a. Riset/penelitian
Lakukan riset kecil untuk mengetahui bidang atau jurusan apa yang akan dipilih, informasi tentang jurusan tersebut, bagaimana status universitasnya, dan berbagai hal yang terkait dengan rencana studi.

b. Proses mendaftar Jurusan.
Setelah menentukan universitas dan jurusan studi yang dipilih, saatnya untuk mendaftarkan diri. Mintalah formulir pendaftaran dan isilah dengan benar.

c. Menerima penawaran dari institusi pendidikan
Setelah universitas menerima aplikasi kita mereka akan melalukan penilaian dan mereka akan memberitahu kita tentang hasilnya. Perlu waktu untuk itu. Oleh karena itu sedini mungkin kita melalukan proses-proses menuju hal itu menjadi sangat penting. Jika permohonan kita diterima maka kita akan menerima surat penawaran (letter of offer) dan formulir penerimaan (acceptance form). Jangan sampai hilang surat dan formulir tersebut.

d. Visa
Siapkan visa pelajar setelah diterima untuk studi di universitas tersebut. Jangan pernah abaikan dengan visa kita. Jika kita sudah berada di luar negeri jangan pernah lalai untuk memperbaharui visa kita. Lakukan pembaharuan 3 (tiga) bulan sebelum berakhir. Telambatnya pembaharuan visa dapat membuat kita bermasalah dengan studi di luar negeri.

3. Apa yang diperoleh dengan studi di luar negeri?

a. Kedewasaan dan kematangan pribadi.
Mereka yang mengalami pendidikan di luar negeri akan dibentuk untuk memiliki perspektif yang lebih luas dan lebih matang dalam menghadapi budaya dan masyarakat yang berbeda. Berhadapan dengan sosial budaya politik ekonomi, kebiasaan dan bahasa yang berbeda akan menantang mereka untuk mampu menghadapinya. Tantangan-tantangan itulah yang akan menjadi medan latih mereka ketika nanti mereka memasuki dunia kerja. Dengan demikian mereka akan memiliki kemampuan dan ketrampilan yang lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang studi dikampung atau kotanya sendiri.

b. Belajar tentang kehidupan dari masyarakat yang berbeda.
Belajar di negara lain otomatis akan beradaptasi dengan kehidupan yang berbeda. Berada di negara lain membuat kita berhadapan dengan semua hal yang berbeda, beda dalam pemahaman politik, ekonomi, sosial, budaya, dan bahasa. Itu adalah kesempatan bagi kita untuk dapat bertumbuh dengan lebih baik.

c. Pilihan jurusan yang beragam
Studi di dalam negeripun kita memiliki kesempatan untuk memilih dari jurusan yang beragam. Namun ketika kita studi di luar negeri, kita akan mendapatkan peluang yang lebih besar. Bukan hanya jumlah jurusan yang beragam, tetapi yang didapat juga cara mengajar yang kaya dan beragam. Beberapa jurusan mungkin berbasis kelas tradisional, yang lain mungkin membutuhkan banyak kerja tim, di mana yang lainnya lagi mungkin akan melibatkan banyak pengalaman kerja. Coba pikirkan seperti apa pilihan yang paling sesuai dengan kita.

d. Kisah kehidupan yang tak lekang oleh waktu
Belajar di luar negeri tidak cukup hanya belajar di lingkungan gedung kampus. Memanfaatkan waktu-waktu akhir pekan atau liburan untuk traveling wisata, menjelajah jalur-jalur baru, kunjungan ke kota-kota lain akan memberikan wawasan yang lebih luas bagi mereka yang studi di luar negeri.
Selama akhir pekan dan hari libur, akan ada kesempatan untuk traveling ke tempat-tempat wisata atau menjelajahi jalur baru yang tak terduga di negara tujuan studi anda. Pastikan ada kenang-kenangan yang anda simpan seperti tiket kereta api dan foto-foto, serta simpan juga catatan petualangan anda, karena anda mungkin tidak menyadari betapa luar biasanya pengalaman anda sampai ketika anda pulang.

By: Robertus S