Simulasi Dan Pelatihan Pemadaman Kebakaran

Pada hari Sabtu tanggal 6 April 2019, kembali Sekolah Ricci mengadakan kegiatan simulasi dan pelatihan pemadaman kebakaran. Kegiatan yang diadakan di lapangan Sekolah Ricci 2 itu dibuka oleh Kasubag Divisi RT Yayasan Ricci, Bapak FX. Rustamaji, dan Supervisor Divisi RT Yayasan Ricci, Bapak YB. Suyatmin.

Simulasi dan pelatihan pemadaman kebakaran diikuti oleh karyawan PU Sekolah Ricci 1 dan 2, juga tim kebersihan, personil sekuriti, dan pembina sekuriti dari TNI yaitu Kopka Puji dan Kopka Lukas. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada pukul 09.30 sampai dengan pukul 11.30 siang hari. Sebagai narasumber dan trainer, perwakilan dari perusahaan supplier alat pemadam api yaitu Bapak Alam dan Bapak Maryanto.

Kegiatan ini diawali dengan materi teori yang disampaikan oleh narasumber. Dalam pembahasan materi ini, para peserta diberikan pemahaman mengenai beberapa hal penting yang berkaitan dengan peristiwa kebakaran, diantaranya adalah proses terjadinya api, pemadaman api, dan beberapa materi lainnya. Macam-macam alat pemadam kebakaran diperagakan, mulai dari peralatan sederhana yang mudah ditemui pada aktivitas sehari-hari seperti karung basah hingga cara penggunaan tabung pemadam api atau yang sering disebut Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Untuk mencegah terjadinya kebakaran, kita harus mengetahui bagaimana kebakaran itu dapat terjadi, tentu dengan mengetahui unsur apa saja yang membentuk api, faktor penyebab terjadi kebakaran, hal-hal yang mendukung penyebaran api, dan bagian apa saja yang rawan terjadi bahaya kebakaran.

 

 

 

Pada setiap kejadian kebakaran pasti ditemukan kerugian, seperti hilangnya nyawa, kerusakan barang atau materi, maupun kerugian yang sifatnya tidak langsung seperti waktu dan pikiran. Untuk tujuan pencegahan dan penanganan pertama akan hal tersebut, maka kegiatan simulasi dan pelatihan ini terus dilaksanakan secara berkala oleh pihak Sekolah Ricci. Seluruh peserta simulasi dan pelatihan ini diharapkan memiliki kemampuan untuk melakukan upaya dini pemadaman, tidak sepenuhnya menggantungkan diri kepada petugas pemadam kebakaran. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kewaspadaan kita bilamana mengalami peristiwa kebakaran, sehingga dapat mencegah kemungkinan kerugian yang lebih besar.

 

Artikel : Herbert
Foto : dok. pribadi dan internet