Science Film Festival 2019

Kerjasama Yayasan Ricci dengan Goethe Institut

Science Film Festival Indonesia telah memasuki usia yang ke 10 tahun. Tahun ini merupakan tahun kedua bagi Yayasan Ricci bergabung dalam program Science Film Festival (SFF).

“Humboldt dan Jaringan Kehidupan” merupakan tema yang diusung pada SFF 2019. Tersedia 13 film yang terpilih untuk ditampilkan dalam festival ini. Film-film tersebut tidak sekedar layak untuk ditayangkan tetapi memuat pesan dan makna yang mendalam, khususnya dalam upaya menyelamatkan bumi. Mengapa Humboldt dan Jaringan Kehidupan yang dipilih? Tema Humboldt dipilih untuk memberikan penghormatan kepada tokoh mulltitalenta dari Jerman, Alexander van Humboldt.

Humboldt lahir 250 tahun lalu sebagai sosok pribadi yang berhasil merevolusi konsep alam sebagai jaringan kehidupan yang saling terkait sehingga, jika ada kerusakan di satu tempat akan berdampak pada tempat lain. Bersumber dari pemikiran seperti inilah, Goethe Institut ingin mengajak kaum muda dan pelajar untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan.

“Saya harap para peserta didik muda dapat terinspirasi pada sosok Humboldt yang selalu ingin tahu soal sains dan memperkenalkan kepada mereka bahwa belajar sains juga menyenangkan”, kata Dr. Steven Dreyer, Direktur regional Goethe Institut untuk Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru, pada saat free talk di Goethe Institut pada tanggal 22 Oktober 2019.

Kegiatan SFF di Sekolah Ricci I – Jakarta, dilaksanakan 2 Hari, Kamis – Jumat, 07 – 08 November 2019. Acara dimulai pukul 07.45, dibuka oleh Sr. M. Levita FSGM, Manajer OPSDIK (Operasional Pendidikan) Ricci. Dalam sambutannya beliau mengajak para peserta didik untuk semakin peduli dengan alam kita. Sr. Levita, begitu panggilannya, mengilustrasikan bagaimana kalau dunia sudah kehabisan air bersih, apa yang akan terjadi, kita akan bagaimana? Kalau alam tidak terkendali, maka bencana banjir juga akan melanda kita semua. Oleh karena itu Sr. Levita mengajak para peserta didik, melalui kegiatan SFF, belajar menjaga bumi kita, mengurangi penggunaan plastik, membawa botol sendiri untuk minum. Melalui belajar ini kita ingin terlibat dalam melestasikan bumi tempat tinggal kita.

Peserta kegiatan SFF di Ricci tidak hanya dihadisi oleh peserta didik Ricci tetapi juga hadir beberapa sekolah yang ada di sekitar Ricci. Sekolah yang turut memeriahkan kegiatan tersebut yaitu SD Emmanuel, SD dan SMP Bala Keselamatan, SD Kemurnian, SD Widuri III, SD Muhammadiyah 25, SD Al Mutaqin, SD Cahaya Mulia, SD Sentosa, dan SD Kalam Kudus.

Film yang diputar untuk peserta didik SD adalah Dino Dana – Game of Bones, The Mirable Brother Great Adventure, dan Bumi Menuju Masa Depan – Masa Depan tanpa plastik. Sedangkan film yang diputar untuk peserta didik SMP adalah Sembilan Setengah Reporter-Masih Mau Membuang Barang, Good and Bad Egg, dan The Mirable Brother Great Adventure.

Selain disuguhi film-film sains, mereka juga diajak bermain dengan berbagai eksperimen sains seru. Salah satu eksperimen yang dilakukan adalah menyusun batu bata di atas sebutir telur. Dengan bahan telur, batu-bata, dan tutup botol kaca mereka diminta untuk menunjukkan seberapa banyak batu bata bisa diletakkan di atas telur. Prestasi terbaik untuk hari pertama di Sekolah Ricci, peserta didik mampu meletakkan batu bata di atas sebutir telur sebanyak 7 batu bata. Kepada peserta didik yang hadir dijelaskan oleh kak Amin bahwa telur mampu menopang batu bata tanpa pecah apabila diposisikan vertikal dan itu telah dibuktikan dalam rangkaian festival sebanyak 10 batu bata.

Penulis : Robertus S