Misa Natal dan Opening Tahun Keadilan Ricci 1

MISA NATAL DAN OPENING TAHUN KEADILAN

SISWA – SISWI SMP DAN SMA KATOLIK RICCI I

Perayaan Natal merupakan kesempatan untuk merenungkan kembali makna perutusan dan panggilan hidup. Perayaan Natal peserta didik SMP dan SMA Katolik Ricci, yang diungkapkan dalam Perayaan Ekaristi menjadi saat bersama melihat kembali akan panggilan hidup sebagai orang beriman. Belajar pada tokoh orang majus dari Timur, semangat melayani Tuhan harus selalu ditumbuhkan. Orang majus dari Timur dikenal sebagai raja. Mereka bukan hanya kaya, pandai, tetapi juga mempunyai kekuasaan. Mereka terbiasa memerintah orang, bukan diperintah. Tetapi berhadapan dengan Mesias, Allah yang menjelma menjadi manusia, mereka mengubah hidupnya. Mereka menjadi teladan dalam kerendahan hati, mau membuka hati bagi kehadiran Allah dalam hidupnya. Nilai-nilai inilah yang harus ditanamkan dalam diri para peserta didik.

Dalam homilinya, Pastor Yosep Pierantoni SX, antara lain menyatakan bedanya pada Gembala dan orang majus. Para gembala adalah orang-orang miskin. Tetapi Yesus pertama-tama menampakkan diri kepada para gembala, yang orang miskin itu. Kemudian Yesus menampakkan diri pada ketiga orang majus itu, menuntunnya dengan cahaya bintang. “Hal yang luar biasa pada ketiga orang tersebut adalah hati terbuka,” demikian dinyatakannya.

Sebagaimana orang majus bertemu Yesus karena dibimbing oleh bintang, maka kita, anak remaja juga harus mau dibimbing. Seringkali orang muda tidak mau dibimbing. Mereka merasa dirinya hebat, dirinya mampu, maka tidak memerlukan bimbingan itu. Yesus membimbing kita untuk menjadi orang baik. Melalui sakramen-sakramen, seperti sakramen Tobat, Yesus membimbing kita untuk menjadi orang-orang yang rendah hati, mau dibimbing oleh orang tua, siapapun termasuk peristiwa-peristiwa hidup.

Di akhir Misa, sebelum berkat penutup perayaan Ekaristi dilaksanakan prosesi Pembukaan Tahun Keadilan Sosial. Bapak Robertus Suparjo, sebagai Ketua Panitia Penggerak Tahun Keadilan Sosial Yayasan Ricci ( PPTKYS) memberikan penjelasan tentang Program Tahun Keadilan Sosial yang akan dilaksanakan di Sekolah Ricci. Ada dua program gerakan penanda yang akan dilaksanakan yaitu Gerakan Celengan Yesus Tunawisma dan Gerakan Peduli Lingkungan.

Gerakan Celengan Yesus tunawisma merupakan Gerakan Pertobatan. Seluruh warga Ricci diajak untuk melakukan pertobatan bersama, menyisihkan dari rejekinya untuk membantu orang-orang yang berada dalam kategori KLMTD (Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir, dan Difabel). Caranya adalah setiap hari memasukkan uang yang disisihkan dari uang jajan ke dalam celengan dan secara bertahap akan dibuka bersama. Hasil pengumpulan dana adalah untuk kegiatan sosial yang akan ditetapkan oleh Pantia Penggerak. Tujuan utama gerakan ini adalah menanamkan spirit kepedulian sosial, empati dan perhatian kepada saudara-saudara lain yang mengalami kesulitan hidup.

Gerakan kedua, Peduli Lingkungan dilaksanakan dengan meningkatkan dan mengoptimalisasi program yang sudah berjalan. Peserta didik diajak untuk lebih peduli pada kebersihan dengan mengurangi sampah plastik, memilah sampah, hingga diharapkan sampai pada pengolahan sampah. Penggunaan kantong plastik harus dikurangi. Membiasakan diri menggunakan bahan-bahan yang dapat dipakai berulang-ulang seperti botol minum, kantong kain, dan sebagainya.

Simbolisasi dibukanya gerakan ini, dua (2) peserta didik menyerahkan celengan kepada pastor untuk diteruskan kepada para kepala Sekolah untuk ditindaklanjuti, karena merekalah penanggungjawab pelaksana kegiatan di unit sekolah masing-masing.

Robertus S