KUTEMUKAN TUHAN DALAM KARYAKU TEMA PERAYAAN HARI ULANGTAHUN RICCI KE-63

Perayaan Hari Ulang Tahun Ricci ke-63, yang mestinya jatuh pada tanggal 14 Juli, baru dirayakan pada tanggal 27 Juli 2019 di lokasi Sekolah Ricci II, Bintaro. Perayaan HUT tidak hanya dihadiri oleh guru dan karyawan, serta pengurus aktif tetapi juga menghadirkan para pengurus Yayasan (Pembina, Pengawas, Pengurus) lama. Perayaan ini juga merupakan ajang reuni para pengurus, meski tidak banyak yang hadir.

Tema yang dipilih adalah “Kutemukan Tuhan dalam Karyaku”. Dengan tema ini panitia ingin menggugah kembali semua warga Ricci untuk semakin memaknai karya mereka. Sebagai umat beriman, seluruh insan Ricci hendaknya semakin menyadari bahwa setiap karya pelayanan yang dilakukan tak lain dan tak bukan merupakan pelayanan kepada Tuhan. Hal itu akan terjadi jika setiap pribadi sungguh-sungguh melakukan pelayanan dengan hati. Hati yang jernih, hati yang terbuka selalu akan mampu menghadirkan Tuhan dalam setiap gerak dan lakunya.

Ketika setiap pribadi melaksanakan tanggungjawabnya dengan hati yang tulus, maka mereka akan melihat Tuhan hadir di dalam diri rekan-rekan kerja, Tuhan nyata dalam para pemimpin kita, Tuhan menjelma di dalam anak didik dan seterusnya. Maka dengan perayaan HUT ini semua warga Ricci diajak ingin merefresh dan memurnikan visi –misi – dan tujuan pribadi masing-masing sebagai menjadi warga Ricci.

Dengan pembaharuan itu maka akan semakin disadari bahwa pelayanan yang dilakukan setiap hari bukanlah melayani Tuhan bukan dalam kesendirian, melainkan dalam kebersamaan, sebagai satu keluarga yang diikat oleh spirit yang sama : RESPECT – INTEGRITY – CARE – CITIZENSHIP – DAN INITIATIVE (RICCI).

Perayaan Hari Ulang Tahun Ricci dikemas dalam tiga kegiatan:

  • Sebagai ungkapan syukur atas pernyertaan, perlindungan Tuhan diungkapkan melalui perayaan Ekaristi bersama. Perayaan ekaristi dipimpin oleh Pater Abis Fernando, SX. Bacaan yang digunakan adalah bacaan harian, Sabtu 27 Juli 2019, “Perumpamaan penabur”. Insan pendidikan adalah orang yang setiap hari memerankan diri sebagai penabur. Ia selalu menabur kebaikan kepada peserta didik. Namun ia juga harus sadar, iapun bukan hanya sebagai guru, tetapi juga sebagai manusia pembelajar. Ia harus juga selalu belajar agar mampu mengajar dengan baik.

  • Ungkapan kegembiraan – sukacita, diwujudkan dalam kegiatan bersama Olah Raga – Olah Rasa – dan Olah Cipta ( Volly, Mini Soccer, Tenis Meja; Karaoke; menghias Tumpeng). Perlombaan diikut oleh semua guru. Dengan adanya lima aktivitas, maka hampir seluruh guru dan kayawan terlibat pada kegiatan tersebut. Mini soccer, voly, dan tenis meja masing-masing dibuat grup putra dan grup putri, dan dari tiga jenis olah raga tersebut yang paling menarik, heboh adalah permainan mini soccer putri. Lomba karaoke diikuti oleh 10 orang, setiap unit wajib mengirimkan satu orang penyanyi untuk mewakili unit masing-masing. Ternyata luar biasa. Di setiap unit ternyata memiliki penyanyi-penyanyi yang handal. Tak kalah menarik adalah lomba tumpeng, yang diikuti oleh setiap unit. Acara ini juga tidak kalah hebohnya. Masing-masing unit berjuang untuk menampilkan kreasinya masing-masing. Panitia menyediakan tumpengnya, peserta membawa lauk pauk dan perlengkapannya. Dan dari tumpeng itu pula konsumsi yang disediakan oleh panitia.

  • Penyerahan penghargaan terhadap karya bhakti guru dan karyawan – yang diserahkan pada puncak acara.
    Penghargaan diberikan kepada para guru dan karyawan yang telah menjalankan masa kerja 10 tahun dan kelipatan 5 tahun. Usia yang paling senior adalah penghargaan kepada guru dan karyawan yang telah mengabdi 30 tahun. Sebagai penutup bagian ini adalah pemberian penghargaan kepada dua guru yang telah menyelesaikan masa bhaktinya. Terima kasih kepada Bapak Ambarita dan Ibu Ismilia yang telah mengabdikan hidup kepada Ricci dan mengakhiri karya bhakti. Semoga semua jasa, teladan baik, spirit yang diberikan ke Ricci terus ditumbuhkembangkan di Ricci.

(litbang_ricci)