Jadilah Pemilih Yang Bijak

Jangan Sampai Hak Suara Anda Disalahgunakan Oleh Orang-orang Yang Tidak Bertanggung Jawab, Jangan Pula Golput.

Pemilihan umum tinggal menghitung hari. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, ayo gunakan hak pilih kita untuk memilih presiden yang terbaik untuk negara Indonesia ini. Masa depan negara kita selama 5 tahun kedepan bergantung oleh pilihan kita, yaitu pada tanggal 17 April 2019. Oleh karena itu, marilah kita semua datang ke TPS dan gunakan hak pilih kita.

Saytya Widya Yudha, Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI mengatakan bahwa ada sekitar 14 juta orang muda menjadi kunci bagi Indonesia di masa depan. Keputusan menggunakan hak pilih salah satu yang menentukan. “Karena itu jangan samai golput.

Memilih atu tidak memilih dalam pemilihan umum, negara tetap harus jalan. Persoalannya jika yang terpilih adalah yang buruk dari calon yang ada, akan jadi apakah negara itu kemudian? Oleh karena itu menjadi tanggungjawab semua, termasuk generasi milenial untuk menggunakan hak pilihnya dengan baik. Kita menggunakan hak pilih untuk memilih yang terbaik dari yang ada. Jika kita memandang semua calon buruk, tetapkah kita pilih yang terbaik, untuk kemudian kita persiapkan pemimpin yang baik di masa yang akan datang.

Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo dalam suatu kesempatan menyampaikan pesan terkait tentang pemilihan umum yang akan digelar pada 17 April 2019 mendatang. Beliau berpesan agar kita dapat melaksanakan pemilu dengan baik, dan damai. Agama tidak dijadikan alat kepentingan politik serta jangan menyebar berita bohong atau hoaks.

“Demokrasi yang berkhidmat tentu saja bukan demokrasi dengan instrumentalisasi agama, agama diperalat untuk kepentingan politik, itu kan tidak bagus ya? Juga tidak menyebarkan kebohongan, tidak dengan menyebarkan fitnah, tidak menggunakan kekerasan” dalam konferensi pers usai Misa Natal di Gereja Katedral, Jakarta, Selasa (25/12/2018).

Mgr. Suharyo pada kesempatan lain juga mengingatkan pesta demokrasi mendatang tidak hanya bersifat prosedural melainkan membawa nilai-nilai demokrasi itu sendiri. “Nilai tertinggi dalam demokrasi adalah kebaikan bersama. Siapa pun yang akan nanti menang, mestinya memperjuangkan kebaikan bersama, kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Suharyo. (robertus_suparjo)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jelang Pemilu 2019, Uskup Agung Jakarta: Jangan Sebar Hoaks dan Fitnah, http://www.tribunnews.com/pilpres-2019/2018/12/25/jelang-pemilu-2019-uskup-agung-jakarta-jangan-sebar-hoaks-dan-fitnah