Beristirahatlah Dalam Damai Guru Hebat: Yulius Sandi Prasaja
Ditengah kegembiraan menyambut siswa-siswi baru, Sekolah Katolik Ricci harus mengalami duka mendalam. Yulius Sandi Prasaja, pemuda humble asal Manggisan, Wonosobo yang sudah menjadi guru seni musik SMA Katolik Ricci 2 sejak tanggal 8 Juli 2019, dipanggil pulang ke pengkuan Yang Maha Kuasa pada senin dini hari (17/7/2023). Tidak ada yang menyangka Pak Sandi akan pergi secepat itu. Suasana duka sekita menyeruak, memandu tangis dan sedih yang tak bisa dibedung. Sekolah Katolik Ricci kehilangan salah satu sosok “mahal” pagi hari ini.
Yulius Sandi Prasaja, S.Pd, lahir di Wonosobo pada tanggal 3 Desember 1994. Sandi kecil mulai menempuh pendidikan sekolah dasar tahun 2001 dan menamatkannya pada tahun 2007 di SD Pius Wonosobo. Selanjutnya jenjang sekolah menengah pertama ia tempuh dari tahun 2007 dan berhasil lulus dari SMP Bhakti Mulia Wonosobo pada tahun 2010. Sandi remaja melanjutkan sekolah di SMA Pangudi Luhur Santo Yusuf Yogyakarta pada tahun 2010 dan lulus di tahun 2013. Seperti impian banyak anak remaja seusianya Sandi diterima di Universitas Negeri Yogyakarta, setelah lulus SMA. Yulius Sandi memulai kuliah di program studi pendidikan seni musik pada tahun 2013 dan berhasil lulus dengan IPK 3,59 pada tahun 2018. Sungguh sebuah perjalanan pendidikan yang lancar dan menyenangkan.
Sebagai pemuda rendah hati dan periang, Yulius Sandi juga aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan dan gereja. Tercatat ia sudah pernah menjadi ketua organisasi,pembimbing, dan bahkan pembina LEO Club di Wonosobo dan pernah menjadi ketua paduan suara Tarsisius di kota kelahirannya tersebut. Semangat pelayanan dan pengabdian Sandi tidak perlu diragukan lagi.
Sekolah Katolik Ricci secara khusus SMA Katolik Ricci 2 menjadi tempat pengabdian terakhir Sandi sebelum kembali ke Rumah Bapa. Yulius Sandi Prasaja, S.Pd mulai mengabdi sebagai guru seni musik sejak tanggal 8 Juli 2019 dan diresmikan sebagai guru tetap pada tanggal 1 Juli 2021. Terhitung sudah empat tahun Pak Sandi menjadi guru di SMA Katolik Ricci 2.
Dalam upacara pembukaan tahun ajaran baru 2023/2024, Bapak Suwarno, manajer opsdik Yayasan Ricci, menyampaikan duka mendalam atas kepergian Yulius Sandi Prasaja. Yulius Sandi adalah asset yang pernah dimiliki Ricci, sosok pendidik hebat yang mampu menjadi seorang guru yang baik bagi seluruh anak didiknya. Lebih lanjut Bapak Suwarno menyampaikan bahwa semangat pantang menyerah dan ketekunan Pak Sandi harus tetap tumbuh dalam hati anak didik.
Sebagai sosok yang humble Yulius Sandi dikenal dekat dengan rekan-rekan guru dan pegawai. Ibu Suminto Dewi, guru SD Katolik Ricci 2 memberikan kesaksian kalau memang benar Yulius Sandi adalah sosok yang humble, pekerja keras, dan menyenangkan. Lebih lanjut Ibu Martha Ria Hanesti, guru SMP Katolik Ricci 2 menyebut pribadi Yulius Sandi sebagai Wikipedia berjalan karena setiap pertanyaan yang diajukan Ibu Martha akan selalu dijawab oleh Pak Sandi. Pak Sandi bahkan dijadikan role model oleh Ibu Martha dalam hal berani mencoba sesuatu yang baru. Bobi Marlin, security Sekolah Katolik Ricci 2 juga mengungkapkan bahwa Pak Sandi adalah sosok yang ramah dan santun. Kesaksian tentang kebaikan Pak Sandi selanjutnya disampaikan oleh Bapak Yustinus Budiarso (guru SMA Katolik Ricci 2) dan Ibu Yoanna Rini Widiasih (guru TK Katolik Ricci 2). Pak Budi dan Bu Yoana mengenal almaruh Yulius Sandi secara personal dan menyebut beliau sebagai pemuda yang berbakat. Tidak hanya itu Pak Sandi disebut juga sebagai sosok yang tak pernah menolak jika dimintai tolong. Pak Sandi selalu hadir dan memberikan pelayanan yang total. “Tuhan mau kamu main piano disana, bermusik disana, bernyanyi bagi Tuhan di surga”, tangis duka Ibu Yoana pecah.
SMA Katolik Ricci 2 berserta seluruh guru dan karyawan dari TK, SD, dan SMP Katolik Ricci 2 mengiringi kepergian Pak Sandi melalui misa kudus yang dipimpin oleh Romo Harno Leonardus,SX. Selamat jalan Pak Sandi. Jasa dan kebaikanmu akan selalu dikenang. Reqiescas in pace, ad vitam aeternam.