BAGAIMANA MENCAPAI KESEHATAN FINANSIAL

SHARE

Webinar kedua Sekolah Ricci, menghadirkan Nick Hogan dengan moderator Analia Tan. Keduanya adalah alumni sekolah Ricci yang masing-masing telah berhasil dalam bidangnya masing-masing.

Webinar yang dibawakan lebih dalam bentuk dialog membuat iklim webinar menjadi terasa rileks, santai, namun tidak meninggalkan makna dari webinar. Analia Tan memulai dengan pertanyaan retoris, bagaimana bisa sehat, bukan hanya badannya saja, bukan hanya mentalnya, tetapi juga sehat dalam finansial. Dia lalu melanjutkan dengan pertanyaan , apakah arti kemerdekaan finansial?

Nicky Hogan menjelaskan ada persepsi yang berkembang dalammsayarakat, kemerdekaan finansial mengandaikan seseorang tidak perlu lagi bekerja, tidak perlu ke kantor, atau mengajar untuk bapak-ibu guru. Cukup ongkang-ongkang kaki, di rumah, leha-leha, dan uang mengalir terus. Benarkah itu yang dimaksud kemerdekaan finansial atau financial freedom?.

Kita tahu apa itu inflasi, setidaknya jika tidak paham definisnya, kita menangkap maksudnya, kenaikan harga, barang dari waktu ke waktu. Cukuplah kalau kita merasa nyaman, meskipun ada kenaikan barang atau harga, karena kita punya pemasukan, finansial kita, asset kita bisa digunakan untuk mengantisipasi harga-harga itu. itulah kemerdekaan finansial. Kita merasa aman meski berhadapan dengan inflasi.

 

Bagaimana cara atau tahapan mencapai kemerdekaan finansial itu?

Jika kita bicara tentang financial freedom, kemerdekaan finansial, kita perlu melihat dari empat tahap berikut. Jika keempat tahap ini dapat kita jalani dengan baik, maka kemerdekaan finansial itu menjadi sesuatu yang sangat mudah untuk dilakukan.

Pertama, how to earn, bagaimana kita memperoleh penghasilan kita. Kita semua karyawan, guru, kita memiliki penghasilan. Di saat ini, kondisi pandemi bisa menjadi ancaman bagi sebagian dari kita. Tapi bagaimana kita menjaga supaya penghasilan yang hilang itu tetap dapat kita dapatkan. Saat ini, ketika sebagian orang gajinya dipotong karena Work from Home, bahkan ada yang di PHK, banyak orang beralih profesi, seperti berjualan online untuk mendapatkan penghasilan.

Kedua, how to spend, bagaimana kita menggunakan penghasilan kita. Dalam hal ini, seringkali tidak bijak dalam menyikapinya. Mengapa dikatakan tidak bijak? Kita dengar istilah konsumerisme. Kita bisa menghabiskan uang banyak untuk sesuatu yang sebenarnya bisa dicegah, dihindari atau dibatasi. Banyak pengeluaran kita yang sesungguhnya dapat kita batasi. Pandemi, membuat kita banyak stay di rumah, sehingga berefek pada berkurangngya pengeluaran kita. Konsumerisme dapat menjadi ancaman kita untuk kerdeka secara finansial.

Ketiga, how to save, bagaimana kita menyisihkan, menabung penghasilan kita. Kita lupa untuk membedakan saving dengan investasi. Kita merasa, kalau kita sudah menabung kita sudah aman. Sebenarnya tidak. Menabung sifatnya jangka pendek. Kita menaruh uang kita di bank untuk jangka pendek. Jangan menaruh uang kita untuk jangka panjang di tabungan. Tabungan sifatnya darurat.

Keempat, how to invest. Menaruh dana jangka panjang bukan di bank, melainkan dalam bentuk investasi. Investasikan uang yang kita miliki untuk jangka panjang. Ada banyak penawaran untuk investasi, baik itu dalam bentuh saham, reska dana atau pun yang lain. pada saat ini, investasi bukan sesuatu yang mahal. Misalnya investasi menggunakan saham, saat ini dengan dana yang terbatas (Rp. 100 ribu) kita sudah bisa investasi dalam bentuk saham.

Banyak produk investasi baik di pasar modal, emas batangan, property atau tanah. Yang penting jangan ikut investasi bodong. Ambillah investasi yang legal, yang ada dipasar modal seperti ORI atau sukuk. Ori adalah produk obligasi atau surat berharga yang diterbitkan pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan. Tujuan obligasi ini adalah untuk membiayai pembangunan dan adiministrasi negara melalui APBN, selain itu memberikan alternatif investasi bagi masyarakat.

Sukuk Negara Ritel (Sukuk Ritel) adalah instrumen Surat Berharga yang ditawarkan pemerintah dengan prinsip syariah sebagai pengelolaan investasi, atau dengan pengertian singkatnya merupakan obligasi syariah. Inisiatif ini muncul tahun 2009 karena tingginya permintaan masyarakat.

 

Bagaimana membedakan tabungan dengan dana darurat?

Berapa sih bunga tabungan kita saat ini? Jawabnya kecil, saking kecilnya kita menjadi tidak peduli. Kita tidak mendapatkan keuntungan apapun dari tabungan kita dibandingkan dengan tingkat inflasi. Kalau kita menabung di bank untuk uang sekolah, maka saat anak masuk sekolah dana kita tidak akan cukup, karena kenaikan uang sekolah tidak sebanding dengan bunga di bank. Maka, tabungan sifanya jangka pendek dan untuk darurat.

 

Berapa sebenarnya dana untuk darurat? Enam bulan lebih dari cukup, selama kita masih punya penghasilan tetap. Artinya sediakan dana kita untuk 6 bulan untuk sesuatu yang darurat atau untuk keperluan sehari-hari. Jangan menaruh seluruh uang kita di saving untuk jangka panjang.

 

 

Apakah asuransi dapat dikategorikan investasi?

Asuransi pada dasarnya adalah proteksi. Proteksi kalau suatu saat terjadi pada seseorang, meninggal dunia atau tidak bisa menghasilkan. Pada awalnya asuransi berkairan dengan meninggal dunia, untuk membantu meringankan beban kepada keluarga yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Namun kalau bisnisnya hanya di situ, bisnis itu “tidak seksi”. Bagi asuransi bisnisnya tidak seksi kalau hanya berkaitan dengan meninggal dunia. Maka, akan menjadi seksi ketika dikawinkan antara proteksi dan investasi. Karena itu, saat ini sulit kita menemukan asuransi yang hanya produknya hanya proteksi. Mereka pasti akan menggabungkan proteksi dan investasi. Dengan melihat hal itu maka dapat dikategorikan bahwa asuransi juga salah satu dari investasi.

 

Apa makna investasi dalam bentuk saham?

“Hakikat investasi adalah untuk mengamankan harta kekayaan kita, menjaga agar nilainya tetap utuh, memberikan imbal hasil yang minimal sebanding dengan tingkat inflasi yang setiap saat menggerogoti nilai kekayaan kita” dari salah satu kutipan bukunya.

Bagaimana mengalahkan inflasi? Cara satu-satunya adalah investasi. Harga barang naik, uang sekolah naik, tidak pernah bisa dihindari. Apa yang bisa kita lakukan untuk itu hanya dengan investasi. Tetapi sayangnya masih banyak masyarakat Indonesia yang menganggap investasi di pasar modal sangat rumit dan membutuhkan dana besar. Padahal enggak sama sekali. Banyak orang yang mengira bahwa ketika berinvestasi di saham harus memantau pergerakannya setiap jam, menit bahkan hingga detik. Seakan-akan hidup kita hanya dihabiskan untuk melihat pergerakan harga saham. Kenyataannya tidak begitu. Investasi saham adalah membeli bukti kepemilikan suatu perusahaan.membeli saham berarti kita memposisikan diri sebagai pemilik perusahaan. Menjadi pemilik perusahaan tentu saja tidak hanya dalam hitungan jam melainkan tahunan. Menjadi pemilik perusahaan juga harus memahami keadaan bisnis perusahaan kedepannya. Kalau saya membeli saham BRI, berarti saya adalah pemilik BRI tersebut. Bedanya dengan yang lain mungkin jumlah kepemilikan kita lebih kecil dari yang lain.

 

Dua jenis pelaku saham.

Sebagian orang mengatakan bahwa investasi itu berrisiko. Bagaimanapun di pasar ada dua jenis pelaku. Pertama, pelaku yang memperlakukan saham. Kita melihat bisa ambil contoh caham untuk sesuatu yang sifatnya jangka panjang menjadi pemilik saham.

Kedua, pelaku yang memperlakukan saham atau produk-produk bursa atau pasar modal sebagai komoditi, sebagai barang dagangan, yang saya beli pagi, seperti beli beras di pasar Induk untuk dijual lagi sore dengan harapan harganyaakan menjadi lebih baik. dalam hal seperti ini kita memperlakukan saham bukan sebagai instrument investasi melainkan sebagai komoditi.

 

Kesimpulan.

Sebagai kata penutup webinar, Nicky Hogan mengatakan sehat finansial berarti bicara merdeka secara finansial. Merdeka finansial tidak melulu ongkang-ongkang kaki, tidak bekerja dan uang mengalir. Setiap dari kita dapat melakukan atau mencapai sehat secara mental selama tahu bahwa untuk mencapai hal itu perlu memperhatikan empat tahap di atas, how toe earn, how to spend, how to save, dan how to invest. Kita tahu target utama kita, tujuan akhir kita adalah investasi karena itu yang dapat memberi kita save, rasa cecure di masa depan.

Investasi itu sesuatu yang sangat bisa kita lakukan sekarang, bukan sesuatu yang sulit. Ada kondisi, ada masa di mana kita sekarang diuntungkan, bukan oleh pandemi, melainkan oleh kemajuan teknologi, dimana kita dimungkinkan untuk berinvestasi dengan sangat terjangkau, dengan banyak informasi yang kita dapatkan melalui buku, medsos, atau e-book.